BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Biografi dan Pendidikan Al-Attas
Syed Moh Naquib al-Attas dilahirkan di Bogor, Jawa Barat pada tanggal 5 September `93`. Saat itu Indonesia beradadi bawah kekuasaan kolonialisme Belanda. Al-Attas termasuk keturunan orang-orang yang berdarah biru. Ibunya bernama Syarifah Raquan Al-‘Aydarus keturunan bangsawan Sunda di Sukapura[1], ayahnya syed Abdullah ibn Muhammad Al-Attas bangsawan di Johor. Al-Attas juga mendapat gelar “Sayyed” dalam tradisi Isalam keturunan langsung dari nabi Muhammaad.
Usia 5 tahun, al-Attas dibawa orang tuanya migrasi ke Malaysia. Al-Attas mendapat pendidikan dasar di Ngee Heng Primary School[2] sampai usia 10 tahun.Di sana , al-Attas tingal bersama pamannya, Ahmad, kemudian dengan bibinya, Azizah yang suaminya bernama Dato’ Jaafar ibn Haji Muhammad, Kepala menteri Johor Modern yang pertama. Kemudian al-Attas dan keluarganya kembali ke Indonesia. Disini al-Attas melanjutkan pendidikan di “urwah al-wusqa:, Sukabumi selama 4 tahun pada tahun 1941-1945. Al-Attas mendalami tradisi Isla, bisa dipahami karena saat itu di Sukabumi berkembang perkumpulan tarekat Naqsabandiyah.[3]
Al-Attas kembali ke Malaysia dengan memasuki dunia militer dengan mendaftarkan sebagai tentara kerajaan upaya mengusir penjajah Jepang. Dalam bidang kemiliteran al-attas telah menunjukkan kelasnya, sehingga atasanya memilih dia sebagai salah satu peserta pendidikan militer yang lebih tinggi. Dia juga belajar sekolah militer di Inggris.